VIDIO KELULUSAN
Alhamdulillah, kalimat yang terucap ketika saya mendengar anak-anak pengajian Rohis kelas 3 di SMK saya lulus semua. Semoga kelulusan mereka dapat memberikan nilai tambah bagi agama, keluarga, bangsa, dan negara.
kalau melihat siaran di beberapa TV, ada beragam cara yang dilakukan siswa SMA untuk mengekspresikan kelulusan mereka. Ada yang mencorat-coret seragam mereka, ada yang konvoi dengan motor, dan lain-lain. Ada juga yang mengekspresikan kelulusannya dengan menyumbangkan seragam mereka untuk anak-anak yatim atau untuk yang membutuhkan (misalnya orang-orang miskin). Ada yang sujud syukur. Ada pula yang bersalam-salaman dengan guru dengan berbaris rapi seraya terharu karena kelulusan mereka. Yang disebut terakhir ini di justru dicontohkan oleh siswa-siswi sebuah SD di Jakarta. Semestinya cara ini dilakukan oleh SMA yang notabene secara usia lebih dewasa. Untuk menyalurkan ekspresi kegembiraan mereka, para guru menyediakan kain panjang untuk corat-coret, daripada corat-coret di baju seragam.
Nah, bagaimana supaya kelulusan kita menjadi penuh makna? Yang pasti, kelulusan yang prosesnya diwarnai dengan kecurangan adalah kelulusan yang tidak bermakna, penuh kepalsuan.
Menurut saya, kelulusan yang penuh makna adalah kelulusan yang diisi dengan kegiatan positif dan jauh dari kegiatan yang sifatnya mubazir. Menyumbangkan seragam yang sudah tidak terpakai ke orang yang membutuhkan, itu adalah salah satu contohnya. Memberikan ucapan terima kasih ke guru, itu juga positif, minimal menjabat tangannya. Begitu pula terhadap orangtua, kita harus memberikan ucapan terima kasih, kalau perlu kasih hadiah. Terhadap sesama teman, saling memberikan selamat, dan mengupdate nomor kontak, karena ada kelulusan biasanya diikuti dengan perpisahan. Jadi nomor kontak ini agar kita bisa saling komunikasi menjalin ukhuwah walau jarak berjauhan. Dan yang paling penting, bersyukur kepada Allah atas kelulusan. Sujud syukur adalah salah satu bentuknya. Atau banyak-banyak memberikan sedekah. Bentuk syukur lainnya adalah berupaya semaksimal mungkin untuk lolos ujian saringan masuk ke perguruan tinggi (bila ingin meneruskan ke perguruan tinggi). Jadi, lulus bukan berarti berhenti belajar, karena ada ujian berikutnya.
Yang jelas, masih ada banyak cara yang positif agar kelulusan kita bermakna, ketimbang dengan mencorat-coret seragam, konvoi motor, atau hura-hura.
Harapan terakhir, semoga kita semua lulus di akhirat nanti dengan ditandai masuknya kita ke dalam Jannah-Nya... Aamiiin...
kalau melihat siaran di beberapa TV, ada beragam cara yang dilakukan siswa SMA untuk mengekspresikan kelulusan mereka. Ada yang mencorat-coret seragam mereka, ada yang konvoi dengan motor, dan lain-lain. Ada juga yang mengekspresikan kelulusannya dengan menyumbangkan seragam mereka untuk anak-anak yatim atau untuk yang membutuhkan (misalnya orang-orang miskin). Ada yang sujud syukur. Ada pula yang bersalam-salaman dengan guru dengan berbaris rapi seraya terharu karena kelulusan mereka. Yang disebut terakhir ini di justru dicontohkan oleh siswa-siswi sebuah SD di Jakarta. Semestinya cara ini dilakukan oleh SMA yang notabene secara usia lebih dewasa. Untuk menyalurkan ekspresi kegembiraan mereka, para guru menyediakan kain panjang untuk corat-coret, daripada corat-coret di baju seragam. Nah, bagaimana supaya kelulusan kita menjadi penuh makna? Yang pasti, kelulusan yang prosesnya diwarnai dengan kecurangan adalah kelulusan yang tidak bermakna, penuh kepalsuan.
Menurut saya, kelulusan yang penuh makna adalah kelulusan yang diisi dengan kegiatan positif dan jauh dari kegiatan yang sifatnya mubazir. Menyumbangkan seragam yang sudah tidak terpakai ke orang yang membutuhkan, itu adalah salah satu contohnya. Memberikan ucapan terima kasih ke guru, itu juga positif, minimal menjabat tangannya. Begitu pula terhadap orangtua, kita harus memberikan ucapan terima kasih, kalau perlu kasih hadiah. Terhadap sesama teman, saling memberikan selamat, dan mengupdate nomor kontak, karena ada kelulusan biasanya diikuti dengan perpisahan. Jadi nomor kontak ini agar kita bisa saling komunikasi menjalin ukhuwah walau jarak berjauhan. Dan yang paling penting, bersyukur kepada Allah atas kelulusan. Sujud syukur adalah salah satu bentuknya. Atau banyak-banyak memberikan sedekah. Bentuk syukur lainnya adalah berupaya semaksimal mungkin untuk lolos ujian saringan masuk ke perguruan tinggi (bila ingin meneruskan ke perguruan tinggi). Jadi, lulus bukan berarti berhenti belajar, karena ada ujian berikutnya.Harapan terakhir, semoga kita semua lulus di akhirat nanti dengan ditandai masuknya kita ke dalam Jannah-Nya... Aamiiin...
Hasil Kelulusan Siswa xmk 3 n pekalongan. 2009-2010
Dalam kitab Shahih al-Bukhari, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu waktu pernah mengumpulkan para Shahabat di lapangan terbuka di Kota Madinah, dalam hadits ini disampaikan bahwa Rasululah Shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh kepada para Shahabat untuk berlomba kecepatan dan kepiawaian menaiki kuda, pada tahap awal perlombaan dimulai oleh para Shahabat, ketika Rasulullah juga ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut maka para Shahabat sangat sekali menginginkan bahwa yang memenangkan lomba tersebut adalah Rasulullah. Ketika perlombaan dimulai dan telah selesai maka ternyata yang memenangkan perlombaan menaiki kuda tersebut adalah Shahabat, maka Abdullah Ibnu Umar yang menceritakan hadits ini bahwa Shahabat yang telah memenangkan lomba dan mengalahkan Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam adalah "Qolilul Adabi" (
sedikit adab atau kurang adabnya), maka kejadian tersebut didengar oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau menyampaikan pesan kepada para Shahabat, bahwa ini hanyalah perlombaan yang sifatnya dunia, seorang Nabi tidak akan terkurangi sedikitpun derajatnya hanya gara-gara tidak memenangkan dalam perlombaan dunia semacam ini, dan dalam perlombaan ada yang menang dan ada yang kalah. Begitulah singkat cerita dari makna yang terkadung dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar.
sedikit adab atau kurang adabnya), maka kejadian tersebut didengar oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau menyampaikan pesan kepada para Shahabat, bahwa ini hanyalah perlombaan yang sifatnya dunia, seorang Nabi tidak akan terkurangi sedikitpun derajatnya hanya gara-gara tidak memenangkan dalam perlombaan dunia semacam ini, dan dalam perlombaan ada yang menang dan ada yang kalah. Begitulah singkat cerita dari makna yang terkadung dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar.
Alhamdulillah, sampai saat ini XMK 3 tetap berjalan
pada prinsip yang menjadi harapan dan cita-cita mulianya yaitu mengemban Risalah Dakwah guna menuju para anak didik yang shalih dan shalihah dalam bingkai Tauhidullah. Berkenaan dengan situasi saat ini yaitu agenda pengumuman kelulusan para siswa setelah megikuti Ujian Nasional, yang dimulai dari pengumuman tingkat SMA/SMK/MA dan yang sederajat, maka suasana hampir semua lembaga yang menyelenggaran Ujian Nasional sangat berharap untuk meraih sebuah nilai yang sangat menggembirakan demi mempertahakan reputasi dan nama baik lembaganya.
pada prinsip yang menjadi harapan dan cita-cita mulianya yaitu mengemban Risalah Dakwah guna menuju para anak didik yang shalih dan shalihah dalam bingkai Tauhidullah. Berkenaan dengan situasi saat ini yaitu agenda pengumuman kelulusan para siswa setelah megikuti Ujian Nasional, yang dimulai dari pengumuman tingkat SMA/SMK/MA dan yang sederajat, maka suasana hampir semua lembaga yang menyelenggaran Ujian Nasional sangat berharap untuk meraih sebuah nilai yang sangat menggembirakan demi mempertahakan reputasi dan nama baik lembaganya.
smk n 3 pekalongantermasuk bagian dari yang menyelenggarakan pendidikan untuk tingkat SMA, al-Hamdulillah pada kegiatan Ujian Nasional ini adalah Ujian yang perdana untuk angkatan pertama siswa kelas XII XMK 3 PEKALONGAN Jauh-jauh hari sebelum penyelenggaraan Ujian Nasional , sudah disampaikan bahwa Ujian Nasional adalah bukan segala-galanya dari rangkaian kegiatan proses belajar mengajar, Ujian Nasional bukan klimak atau puncak dari sebuah proses belajar sehingga apabila Ujian Nasional selesai maka proses belajarpun selesai, apabila Ujian Nasional selesai maka kondisi segala-galanya menurun. memandang bahwa Ujian Nasional adalah salah satu bagian dari rangkaian proses pendidikan. Memang dari sebuah ujian ada resiko dan akibat, AL BINAA dalam menghadapi Ujian Nasional ini tidak ada main-main, semuanya dilaksanakan dengan serius dan maksimal, proses dalam menghadapi Ujian Nasional pun sudah dilaksanakan dengan mengambil sebab-sebab syar'i (ashbabus syar'i) seperti Try Out Internal yang tidak kurang dari 30 kali. Try Out Gabungan, Bimbingan Belar oleh Guru Mata pelajaran yang UN kan setiap ashar dan ba'da isya, Kelompok Belajar sampai pear tutor dan tentu yang lebih penting diiringi dengan do'a dan semangat ibadah kepada Allah Jalla Wa'ala dengan ilmu dan pemahaman yang benar sesuai dengan al-Qur'an dan as-Sunnah. Setelah sebab-sebab itu dilalui dengan kemampuan AL BINAA, maka untuk lulus dan tidak lulusnya ada dalam urusan Allah Jalla Wa'ala dan itu lah bagian mutlak Allah Jalla Wa'ala, itulah makna tawakkul setelah kita berusaha secara maksimal dengan syarat usaha tersebut ada dalam ridlo Allah bukan dalam murka-Nya. manusia tidak bisa menentukan harus lulus sehingga dengan cara yang tidak syar'i pun harus dilakukannya.

Dari sebab-sebab tersebut, setidaknya tentu kita sudah dapat memprediksikan akan hasil-hasil yang dicapai oleh para siswa baik yang lulus maupun yang tidak lulus dan semuanya sejak awal sudah dikomunikasikan dengan para orang tua mereka akan kelebihan dan kekurangan putranya masing-masing. AL
tetap akan memegang prinsip dalam mengawal Risalah ini, tidak ingin mengikutui sebagian dari kelompok orang yang senantiasa senang dengan kamuplase atau kepalsuan, karena tidak ada makna di sisi Allah Jalla Wa'ala andaikan nilai-nilai yang tertoreh dalam sebuah kertas yang bernama IJAZAH adalah hasil dari sebuah penipuan terhadap dirinya sendiri dan terhadap Allah, dan kita yakin bahwa kepalsuan tersebut akan terbawa sampai kematiannya.
Manusia tidak bisa menentukan hasil lulus dan tidak lulusnnya, tapi kita hanya bisa mencari sebab untuk lulus dan tidak lulus sebagaimana sebab-sebab yang diridhoi oleh Allah Jalla Wa'ala dan Nabi-Nya. Andaikan dalam mencari sebab untuk sebuah kelulusan dengan sebab-sebab yang tidak syar'i, maka tentu hasil yang diperoleh tidak akan mendapatkan kebarokahan. yakin bahwa dengan tetap memegang prinsip maka itulah jalar keluar yang akan diberikan Allah Jalla Wa'ala kepada kita, Na'udzubillah (kita berlindung kepada Allah) tidak ada maskud dan niat sedikitpun ingin mengorbankan para siswa-siswanya karena berprinsip dengan apa yang menjadi cita-cita dan visi serta misinya sehingga ada sebagian diantara mereka yang belum berhasil dan harus mengulangi lagi ujian nasionalnya pada lain waktu. Ya.. memang itu sebuah perlombaan dunia, sebagaimana tadi dalam awal cerita ada yang menang dan ada yang kalah, ada yang lulus dan ada yang tidak lulus, Yang paling penting bahwa keyakinan dan prinsip serta ibadah kita tidak terkurangi sedikitpun semangatnya jangan sampai menurun. Kalau misalkan ketika sebelum Ujian Nasional dumulai maka sering sekali memanjatkan do'a kepada Allah dan bangun malam untuk shalat tahajjud, tapi ketika Ujian Nasional selesai maka berod'oa pun selesai, bangun malam pun tidak lagi.. nyaris turun 180 derajat. Kita berlindung dan memohon kepada Allah Subhanahu Wata'ala untuk diberikan istiqomah dalam beribadah kepada-Nya, diberikan kekuatan dalam memegang yang hak. Akhirnya patut disyukuri tentang kelulusan siswa yang secara serempak telah diumumkan oleh pemerintah pada hari Ahad, 25 April 2010 kelulusan tingkat SMA/SMK/MA. al-Hamdulillah keberhasilannya mencapai 87.04 % dari 54 siswa yang mengikuti Ujian Nasional,dan kepada siswa yang mengulang semoga diberikan kemudahan dan kekuatan.
Hanya kepada Allah-lah kita memohon dan berlindung, karena Dia adalah sebaik-baiknya saksi dan tempat untuk memohon perlindungan. Adapun untuk melihat hasil nilai kelulusan siswa XMK 3 PEKALONGAN Tahun Pelajaran 2009-2010""""""""ini adalah momentum yang sangat berarti bagi printing..."" karena dimasa ini kita akan menghadapi berbagai masa-masa yang harus dihadapi oleh setiap orang;;;""""'''







